Powered By Blogger

Jumat, 26 September 2014

Di blogger Saya

Assalamu'alaikum
dengan alasan adanya pembentukan kerakter di setiap kalangan, baik itu kalangan pelajar ataupun yang lainnya, maka penulis akan membuat sebuah bagan berupa karakteristik setiap kalangan pelajar khususnya mahasiswa di lingkungan kampus. diketahui bahwa bnyak dijumpai dari masing masing individu memiliki kepribadian atau karakter yang berbeda, maka dari itu penulis ingin menggambarkan tentang bagaimana sikap dan tanggapan yang harus dibenahi untuk memupuk rasa etiuka yang baik dan attitude yang baik, demi menjamin mutu internal dalam sebuah kampus, tentunya itu dilatarbelakangi dengan adanya tingkah laku untuk mengembangkan kerangka dari suatu sistem yang ada baik itu sistem yang menunjang akademik ataupun religiusitas, perlu adanya pendidikan moral untuk mengantisipasi secara dini tingkah laku yang kurang etis, serta ada tambahan pelajaaran khusus buat memberikan sebuah kesadaran akan seberapa besar pentingnya moral yang baik dalam suatu lingkungan kampus untuk menerapkan sebuah lingkungan kampus yang kondusif serta berwawasan moral
 PENGERTIAN ETIKA
 Etika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang di lakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan atau pola tingkah laku yang di hasilkan oleh akal manusia. Dengan adanya etika pergaulan dalam masyarakat akan terlihat baik dan buruknya. Etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman. Etika diartikan ”sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak dan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan”. Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik dan buruk sikap tindakan manusia. Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah, dan penyelesaiannya baik atau tidak. Menurut bahasa, Etik diartikan sebagai :YUNANI áEthos, kebiasaan atau tingkah laku, INGGRIS á Ethis, tingkah laku / perilaku manusia yang baik → tindakan yang harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya. Sedangkan dalam koteks lain secara luas dinyatakan bahwa : ETIK adalah aplikasi dari proses dan teori filsafat moral terhadapkenyataan yang sebenarnya. Hal ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar dan konsep yang membimbing makhluk hidup dalam berpikir dan bertindak serta menekankan nilai-nilai mereka. Sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam jenis dan ragamnya antara lain : 1.Etika deskriptif, yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hal mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat. 2.Etika normatif, membahas dan mengkaji ukuran baik buruk tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi : a.Etika Umum: Yang membahas berbagai berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil kebijakan berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral. b.Etika khusus : Terdiri dari etika social, etika individu dan etika terapan. - Etika social : Menekankan tanggung jawab social dan hubungan antar sesame manusia dalam aktivitasnya - Etika individu: lebih menekankan pada kewajiban-kewajiban manusia sebagai pribadi. - Etika terapan adalah etika yang diterapkan pada profesi.
 PENGERTIAN MORAL:
 Suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat peran lain, kehendak,pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik, atau buruk. Jika pengertian etika dan moral tersebut dihubungkan satu dengan yang lainya kit adapt mengatakan bahwa anatra etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia untuk selanjutnya di tentukan posisinya baik atau buruk. Namun demikian dalam hal etika dan moral memiliki perbedaan, dengan demikian tolak ukur yang digunakan dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan, dan lainnya yang berlaku di masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Moral dipakai untuk perbuatan yang sedang di nilai, sedangkan etika di pakai untuk system nilai yang ada. Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik. Terdapat beberapa pendapat apa yang dimaksud dengan moral. 1.Menurut kamu Kamus Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena) : Ajaran tentang baik buruk yang di terima umum mengenaik akhlak-akhlak dan budi pekerti, kondisi mental yang memperngaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat, berani, disiplin, dll. 2.Ensiklopedia Pendidikan : Suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat-sifat, corak-corak,maksud-maksud, pertimbangan-pertimbangan, atau perbuatan-perbuatanyang layak dapat dinyatakan baik/buruk, benar/salah, Lawannya amoral, Suatu istilah untuk menyatakan bahwa baik-benar itu lebih daripada yang buruk/salah. Bila dilihat dari sumber dan sifatnya, ada moral keagamaan dan moral sekuler.Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang, sebab untuk hal ini orangtinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki di bidang moral.Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pada ajaran agamadan hanya bersifat diniawi semata-mata. Bagi kita umat beragama, tentu moralkeagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler. Karma etik berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai filsafat moral, etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang apa yang benar atau salah, baik atau buruk, yang secara umum dapatdipakai sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tindakan manusia. Dan moral diartikan mengenai apa yang dinilainya seharusnya oleh masyarakat dan etika dapat diartikan pula sebagai moral yang ditujukan kepada profesi. Oleh karena itu etika profesi sebaiknya juga berbentuk normatif.
PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU ETIS SESEORANG
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Budaya sesungguhnya tumbuh karena diciptakan dan dikembangkan oleh individu-individu yang bekerja dalam suatu organisasi, dan diterima sebagai nilai-nilai yang harus dipertahankan dan diturunkan kepada setiap anggota baru.  Nilai-nilai tersebut digunakan sebagai pedoman bagi setiap anggota selama mereka berada dalam lingkungan organisasi tersebut, dan dapat dianggap sebagai ciri khas yang membedakan sebuah organisasi dengan yang lainnya.
Harus disadari bahwa kita masih hidup dalam sebuah kultur yang di dalam ada etika, ada norma, sopan santun, dan tata krama, maka secara umum bahwa semua nilai-nilai itu adalah sesuatu yang luhur dalam mengatur hidup kita.
Jika etika menjadi nilai dan keyakinan yang terinternalisasi dalam budaya perusahaan maka hal tersebut berpotensi menjadi dasar kekuatan perusahaan yang pada gilirannnya berpotensi menjadi sarana peningkatan kinerja.
Etika bisnis adalah produk pendidikan etika masa kecil, namun tetap dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya (budaya masyarakat).
Terdapat pengaruh yang kuat antara etika personal dari manajer tingkah laku etis dalam pengambilan keputusan.
Kemampuan seorang profesional untuk dapat mengerti dan peka akan adanya masalah etika dalam profesinya sangat dipengaruhi oleh lingkungan, budaya, atau masyarakat di mana profesi itu berada lingkungan profesinya, lingkungan organisasinya atau tempat ia bekerja, serta pengalaman pribadinya.
Budaya perusahaan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perilaku etis. Perusahaan akan menjadi lebih baik jika mereka membudayakan etika dalam lingkungan perusahaannya.
Secara eksplisit turbulensi dalam sistem ekonomi dapat menciptakan berbagai ancaman yang dapat melemahkan daya saing perusahaan, atau bahkan menyingkirkannya dari lingkungan perusahaannya.
Percepatan perubahan lingkungan ini dapat berakibat pada perubahan budaya perusahaan. Secara umum, individu dilatarbelakangi oleh budaya yang mempengaruhi perilakunya.
Budaya menuntut individu untuk berperilaku dan memberi petunjuk pada mereka mengenai  apa saja yang harus diikuti dan dipelajari. Kondisi tersebut juga berlaku dalam suatu organisasi.
Bagaimana karyawan berperilaku dan apa yang seharusnya mereka lakukan, banyak dipengaruhi oleh budaya yang dianut oleh organisasi tersebut, atau disebut budaya organisasi.

Empat hal yang mungkin dapat membantu meningkatkan kompetensi etis organisasi (termasuk individu di dalamnya) dalam suatu budaya organisasi:
1. Mempertimbangkan etika dalam seleksi, rekrutmen dan promosi karyawan
Ketika organisasi mempertimbangkan banyak faktor dalam proses seleksi, rekrutmen dan promosi karyawan, nilai etika yang kuat harus ada di antara faktor-faktor yang dimaksud. Ketika bertemu dengan pelanggan, karyawan merefleksikan nilai-nilai oraganisasi yang diwakilinya. Ketika dianggap bahwa perilaku tidak etis yang kemungkinan dilakukan oleh karyawan adalah sebuah risiko, pemimpin harus mengelola risiko tersebut seperti halnya risiko-risiko yang lain dalam bisnis.
2. Membangun nilai-nilai etika yang positif adalah suatu faktor kesuksesan yang kritis
Dalam membangun loyalitas dan image pelanggan. Memuaskan pelanggan membutuhkan kejujuran, integritas, pemenuhan janji, rasa hormat dan tanggung jawab pribadi. Untuk itu, organisasi perlu mempertimbangkan untuk menggunakan alat asesmen yang dapat mengukur nilai-nilai etis yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
3. Membangun lingkungan yang mendukung nilai-nilai etis
Organisasi perlu membuat kode etik organisasi dan semacam ‘statement of value’ untuk membuat lingkungan yang mendukung niali-nilai etis dan bimbingan bagi karyawan untuk membuat pilihan yang tepat. Hal tersebut harus didistribusikan secara luas ke seluruh anggota organisasi, sehingga seluruhnya menjadi jelas perilaku apa saja yang tidak dapat ditolerir dan perilaku mana yang dikembangkan. Di samping standard operating procedure dibuat dengan rapi, mekanisme reward and punishment juga harus dijalankan dengan adil.
4. Membangun etika melalui diklat yang berkelanjutan dan pengembangan kepemimpinan
Karena perilaku etis berkaitan juga dengan proses memilih, adalah penting untuk membangunnya melalui pelatihan, pendidikan dan program pengembangan kepemimpinan. Menjadikan perilaku sesuai dengan etika membutuhkan bimbingan untuk membantu membuat keputusan, simulasi untuk menerapkan prinsip-prinsip etika ke dalam situasi nyata dan kesempatan untuk membangun etika dengan kreatif
5. Membuat contoh-contoh
Etika perilaku yang positif dikembangkan melalui tindakan, bukan hanya kata-kata. Pemimpin menjadi model yang baik untuk mengembangkan perilaku tersebut. Karena sudah ada pelatihan dan pengembangan etika yang berkelanjutan, mungkin pemimpin tidak perlu harus menjadi trainer atau pelatih, cukup selalu berperilaku sesuai dengan kode etik dan nilai-nilai yang sudah ditetapkan dalam organisasi.



Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar