Powered By Blogger

Senin, 24 November 2014

BBm naik, rakyat meradang
Isu akan dinaikkannya BBM di Indonesia kian menambah daftar panjang berapa kali bahan bakar minyak tersebut naik. Tak dapat dipungkiri Negara yang kaya akan sumber daya seolah-olah hanya nama belaka tanpa adanya realita. Realita bagi masyarakat Indonesia adalah yang miskin semakin miskin dan yang kaya semakin meraja lela. Tidak tahu kenapa hal demikian terjadi secara berlarut-larut dari dulu hingga sekarang tak kunjung padam. Seperti yang telah diisukan sekarang tentang inflasi minyak, walaupun masih isu akan tetapi hal demikian telah merebak ke poros pendengaran orang banyak, tidak tahu lagi mau berbuat apa, hanya tabu yang mengukir hasrat masyarakat Indonesia.
Ratusan juta jumlah penduduk Indonesia berharap kepada era pemerintahan yang baru ini untuk menjawab semua aspirasi mereka dengan tidak menaikkan BBM meskipun utang Indonesia dimata dunia sangat meroket. Apabila  ada alternatif lain, kenapa tidak mengambil langkah lain seperti mengeksploitasi sumber daya lainnya untuk menutup utang Negara tanpa harus menaikkan harga BBM. Penulis berkeyakinan bahwa suatu saat  nanti tanpa adanya intervensi dari Negara barat Indonesia sebenarnya mampu mengambil alih kekayaan pribadi untuk diolah secara pribadi terutama untuk masyarakat Indonesia.
Dampak tingginya harga minyak mengakibatkan para penduduk berpenghasilan rendah merasa terbebani dengan adanya  hal demikian, mereka hanya bertopang dagu, mengapa hidup di Negara ynag luas tetapi berpenghasilan kecil. Apa yang sebenarnya menjadi problem? Perlu adanya koreksi masing-masing jangan hanya mengenyam semangat pribadi yang justru biasanya mementingkan kepuasan pribadi. Sehingga jalan keluar dari permasalahan tersebut adalah dengan menjaga kestabilan harga minyak karena harga minyak di negeri jiran justru lebih murah daripada di Indonesia. Mekanisme pemerintahan juga lebih dijaga karena ada kemungkinan adanya faktor korupsi. Karena uang yang seharusnya masuk kedalam pemerataan akhirnya masuk ke kantong pribadi.
Maka dari itu, menurut hemat penulis pemerintah harus berfikir ulang dalam mengambil tindakan keputusan yang bijak, mengupayakan solusi secara riil demi keberadaban bangsa  supaya masyarakat tidak hanya memandang sebagai jembatan yang pasif, akan tetapi masyarakat juga berkeinginan terjadinya keseimbangan antara peran pemerintah dengan peran masyarakat dalam berjalannya suatu dinamika yang ada, saling partisipatif untuk menumbuhkembangkan kehidupan berdemokrasi

Rabu, 05 November 2014

Pengecoran jalan, tak menghemat waktu

Subah, sudah beberapa hari terakhir, kondisi iklim lalu lintas di pantai utara di kecamatan Subah kabupaten Batang amat riskan bagi pengendara, terutama pengendara roda 2 harus lebih hati-hati dalam melewati jalan yang dicor, keadaan kendaraan padat merayap sekurangnya 3 km dari bibir jalan baru, aktivitas rutin sehari-hari sedikit terganggu ditengah penggarapan pengecoran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Batang, tak berhenti sampai disitu, proses perbaikan jalan sangat menyita banyak waktu, dimulai dari pelajar yang akan beragngkat ke sekolah sampai masyarakat pengguna jalan yang hendak bekerja, ini adalah potret dimana mekanisme pekerjaan harus berjalan secara efektif dan efisien agar waktu tidak membengkak dan tidak merugikan bagi pengguna jalan,
Kekurangan adanya pengecoran jalan yang semakin tinggi, sejajar dengan trotoar, mengakibatkan sulitnya menyeberang jalan, bagi penyeberang jalan lebih memikirkan keselamatan dirinya karena dengan tingginya volume kendaraan semakin riskan pula efek negatif yang mungkin terjadi, jadi perlu ekstra waspada terutama bagi kalangan pengguna jalan. Bagi pengguna jalan diperlukan waktu yang tidak singkat supaya bisa keluar dari barisan kemacetan, apalagi seiring dengan banyaknya pekerja yang berkerumun di tengah jalan, semakin membatasi  lebar jalan yang digunakan. Maka dari itu, minimnya petugas yang terkait, petugas lalu lintas semakin membuat volume kendaraan serta jalur dari jalan yang dilewatinya tersebut menjadi tidak terkontrol.
Maka dari itu, perlu adanya sinergi antara pekerja jalan dengan petugas terkait untuk bersama-sama mengatur jalannya arus lalu lintas di pantura Subah, demi terurainya kapasitas kemacetan untuk dapat menghemat waktu serta terkendalinya keadaan lalu lintas tersebut. Apabila ke-2 belah pihak tersebut dapat bekerja sama, secara tidak langsung membawa dampak yang positif bagi pengguna jalan.
Bagi pekerja pengecoran jalan,”pelaksanaan proyek seharusnya dilakukan lembur” supaya disamping memaksimalkan waktu, juga dapat mempersingkat pekerjaan yang dimandatkan oleh dinas terkait. Keadaan cuaca saat ini masih berada pada musim panas, cenderung lebih baik untuk proses penyelesaian proyek dibandingkan ketika musin hujan tiba. Penilaian pihak pelaksana harus lebih rinci dan kompleks terhadap keberagaman SDM sebagai pengampu untuk terjun langsung ke lapangan supaya memperoleh hasil yang baik dan “feed back” nya buat masyarakat, pengguna jalan, pemerintah dan negara secara umum.



Tumbuhkan semangat demi berbuah asa

Di zaman sekarang ini mungkin tak ketinggalan apa bila salah seorang untuk menumbuh kembangkan semangat yang di miliki di kota saya di pekalongan  banyak sekali remaja dikalangan pelajar  ingin tatkala rentan terhadap mereka yang masih labil terhadap lingkungan sekitar secara formal atau pun informal dalam merangkai kepribadian secara menyeluruh, secara garis besar pertumbuhan semangat anak semakin bertambahnya tahun justru semakin menurun, ini di sebabkan karena banyak factor.                  
Factor-faktor tersebut, antara lain kebanyakan main game bermain dengan teman  sejawatnya yang membuat kepribadian kurang  peka terhadapmasa depan. Inilah pekerjaan rumah khususnya buat orang tua/gara-gara di sekolah yang  bersangkutan.
Bedasarkan penelitian semangat adalah salah satu tindakan yang  aktif demi membentuk sebuah karakter yang positif, dengan dem kian mereka yang  memilikiasa yang tinggi seharusnya mempunyai itikad  semangat  yang tinggi pula apa lagi di kalangan pelajar. Ini menjadi fenomena modal dasar untuk mengenyam sebuah titik terang untuk kedepanya.
Dilihat dari sisi lain keberagaman dalam suatu tindakan siswa saat berada di lingkungan sekolah itu juga berperan dalam segi pembentukan karakter, siswa yang nakal suka berkelahi itu menjadi kunci awal dalam membentuk karakter yang kurang baik di samping itu semua berkelut pada garis yang menurut orang lain itu salah parasisme, yakni merugikan orang lain. maka dari itu   berasumsi kepada kalangan pelajar  marilah kita bersama-sama, sedikit saja ubah pola pikir  kita dengan mengubah kebiasaan para pelajar, mengajak mereka yang  kurang  baik dengan melakukan kegiatan belajar Tanya-jawab baik di lingkungan sekolah ataupun saat di rumah , dari ini semoga kedepan dengan rajin semangat yang kuat insya Allah  kedepan akan menjadi seorang  yang lebih baaik dan berguna bagi orang lain.
Jadi kesimpulanya adalah jangan memandang  kekurangan  orng  lain ajaklah mereka  kesuatu tindakan yang  positif, karena dengan semangat orang  orng yang ada maka akan membentuk perubahan yang besar  pula untuk masa depan, terkadang apa yang telah  di lakukan orang itu belum tentu diterima orang lain meskipun itu adalah suatu yang benar menurutnya.