BBm naik, rakyat
meradang
Isu
akan dinaikkannya BBM di Indonesia kian menambah daftar panjang berapa kali
bahan bakar minyak tersebut naik. Tak dapat dipungkiri Negara yang kaya akan
sumber daya seolah-olah hanya nama belaka tanpa adanya realita. Realita bagi masyarakat
Indonesia adalah yang miskin semakin miskin dan yang kaya semakin meraja lela. Tidak
tahu kenapa hal demikian terjadi secara berlarut-larut dari dulu hingga
sekarang tak kunjung padam. Seperti yang telah diisukan sekarang tentang
inflasi minyak, walaupun masih isu akan tetapi hal demikian telah merebak ke
poros pendengaran orang banyak, tidak tahu lagi mau berbuat apa, hanya tabu
yang mengukir hasrat masyarakat Indonesia.
Ratusan
juta jumlah penduduk Indonesia berharap kepada era pemerintahan yang baru ini
untuk menjawab semua aspirasi mereka dengan tidak menaikkan BBM meskipun utang Indonesia
dimata dunia sangat meroket. Apabila ada
alternatif lain, kenapa tidak mengambil langkah lain seperti mengeksploitasi
sumber daya lainnya untuk menutup utang Negara tanpa harus menaikkan harga BBM.
Penulis berkeyakinan bahwa suatu saat
nanti tanpa adanya intervensi dari Negara barat Indonesia sebenarnya
mampu mengambil alih kekayaan pribadi untuk diolah secara pribadi terutama
untuk masyarakat Indonesia.
Dampak
tingginya harga minyak mengakibatkan para penduduk berpenghasilan rendah merasa
terbebani dengan adanya hal demikian,
mereka hanya bertopang dagu, mengapa hidup di Negara ynag luas tetapi
berpenghasilan kecil. Apa yang sebenarnya menjadi problem? Perlu adanya koreksi
masing-masing jangan hanya mengenyam semangat pribadi yang justru biasanya mementingkan
kepuasan pribadi. Sehingga jalan keluar dari permasalahan tersebut adalah
dengan menjaga kestabilan harga minyak karena harga minyak di negeri jiran
justru lebih murah daripada di Indonesia. Mekanisme pemerintahan juga lebih
dijaga karena ada kemungkinan adanya faktor korupsi. Karena uang yang
seharusnya masuk kedalam pemerataan akhirnya masuk ke kantong pribadi.
Maka
dari itu, menurut hemat penulis pemerintah harus berfikir ulang dalam mengambil
tindakan keputusan yang bijak, mengupayakan solusi secara riil demi keberadaban
bangsa supaya masyarakat tidak hanya
memandang sebagai jembatan yang pasif, akan tetapi masyarakat juga berkeinginan
terjadinya keseimbangan antara peran pemerintah dengan peran masyarakat dalam
berjalannya suatu dinamika yang ada, saling partisipatif untuk
menumbuhkembangkan kehidupan berdemokrasi
