Powered By Blogger

Rabu, 05 November 2014

Pengecoran jalan, tak menghemat waktu

Subah, sudah beberapa hari terakhir, kondisi iklim lalu lintas di pantai utara di kecamatan Subah kabupaten Batang amat riskan bagi pengendara, terutama pengendara roda 2 harus lebih hati-hati dalam melewati jalan yang dicor, keadaan kendaraan padat merayap sekurangnya 3 km dari bibir jalan baru, aktivitas rutin sehari-hari sedikit terganggu ditengah penggarapan pengecoran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Batang, tak berhenti sampai disitu, proses perbaikan jalan sangat menyita banyak waktu, dimulai dari pelajar yang akan beragngkat ke sekolah sampai masyarakat pengguna jalan yang hendak bekerja, ini adalah potret dimana mekanisme pekerjaan harus berjalan secara efektif dan efisien agar waktu tidak membengkak dan tidak merugikan bagi pengguna jalan,
Kekurangan adanya pengecoran jalan yang semakin tinggi, sejajar dengan trotoar, mengakibatkan sulitnya menyeberang jalan, bagi penyeberang jalan lebih memikirkan keselamatan dirinya karena dengan tingginya volume kendaraan semakin riskan pula efek negatif yang mungkin terjadi, jadi perlu ekstra waspada terutama bagi kalangan pengguna jalan. Bagi pengguna jalan diperlukan waktu yang tidak singkat supaya bisa keluar dari barisan kemacetan, apalagi seiring dengan banyaknya pekerja yang berkerumun di tengah jalan, semakin membatasi  lebar jalan yang digunakan. Maka dari itu, minimnya petugas yang terkait, petugas lalu lintas semakin membuat volume kendaraan serta jalur dari jalan yang dilewatinya tersebut menjadi tidak terkontrol.
Maka dari itu, perlu adanya sinergi antara pekerja jalan dengan petugas terkait untuk bersama-sama mengatur jalannya arus lalu lintas di pantura Subah, demi terurainya kapasitas kemacetan untuk dapat menghemat waktu serta terkendalinya keadaan lalu lintas tersebut. Apabila ke-2 belah pihak tersebut dapat bekerja sama, secara tidak langsung membawa dampak yang positif bagi pengguna jalan.
Bagi pekerja pengecoran jalan,”pelaksanaan proyek seharusnya dilakukan lembur” supaya disamping memaksimalkan waktu, juga dapat mempersingkat pekerjaan yang dimandatkan oleh dinas terkait. Keadaan cuaca saat ini masih berada pada musim panas, cenderung lebih baik untuk proses penyelesaian proyek dibandingkan ketika musin hujan tiba. Penilaian pihak pelaksana harus lebih rinci dan kompleks terhadap keberagaman SDM sebagai pengampu untuk terjun langsung ke lapangan supaya memperoleh hasil yang baik dan “feed back” nya buat masyarakat, pengguna jalan, pemerintah dan negara secara umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar