Pengecoran jalan, tak menghemat
waktu
Subah, sudah beberapa hari terakhir, kondisi iklim lalu
lintas di pantai utara di kecamatan Subah kabupaten Batang amat riskan bagi
pengendara, terutama pengendara roda 2 harus lebih hati-hati dalam melewati
jalan yang dicor, keadaan kendaraan padat merayap sekurangnya 3 km dari bibir
jalan baru, aktivitas rutin sehari-hari sedikit terganggu ditengah penggarapan
pengecoran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Batang, tak berhenti sampai
disitu, proses perbaikan jalan sangat menyita banyak waktu, dimulai dari
pelajar yang akan beragngkat ke sekolah sampai masyarakat pengguna jalan yang
hendak bekerja, ini adalah potret dimana mekanisme pekerjaan harus berjalan
secara efektif dan efisien agar waktu tidak membengkak dan tidak merugikan bagi
pengguna jalan,
Kekurangan
adanya pengecoran jalan yang semakin tinggi, sejajar dengan trotoar,
mengakibatkan sulitnya menyeberang jalan, bagi penyeberang jalan lebih
memikirkan keselamatan dirinya karena dengan tingginya volume kendaraan semakin
riskan pula efek negatif yang mungkin terjadi, jadi perlu ekstra waspada
terutama bagi kalangan pengguna jalan. Bagi pengguna jalan diperlukan waktu
yang tidak singkat supaya bisa keluar dari barisan kemacetan, apalagi seiring
dengan banyaknya pekerja yang berkerumun di tengah jalan, semakin
membatasi lebar jalan yang digunakan.
Maka dari itu, minimnya petugas yang terkait, petugas lalu lintas semakin
membuat volume kendaraan serta jalur dari jalan yang dilewatinya tersebut
menjadi tidak terkontrol.
Maka
dari itu, perlu adanya sinergi antara pekerja jalan dengan petugas terkait
untuk bersama-sama mengatur jalannya arus lalu lintas di pantura Subah, demi
terurainya kapasitas kemacetan untuk dapat menghemat waktu serta terkendalinya
keadaan lalu lintas tersebut. Apabila ke-2 belah pihak tersebut dapat bekerja
sama, secara tidak langsung membawa dampak yang positif bagi pengguna jalan.
Bagi
pekerja pengecoran jalan,”pelaksanaan proyek seharusnya dilakukan lembur”
supaya disamping memaksimalkan waktu, juga dapat mempersingkat pekerjaan yang
dimandatkan oleh dinas terkait. Keadaan cuaca saat ini masih berada pada musim
panas, cenderung lebih baik untuk proses penyelesaian proyek dibandingkan
ketika musin hujan tiba. Penilaian pihak pelaksana harus lebih rinci dan
kompleks terhadap keberagaman SDM sebagai pengampu untuk terjun langsung ke
lapangan supaya memperoleh hasil yang baik dan “feed back” nya buat masyarakat,
pengguna jalan, pemerintah dan negara secara umum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar